Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TNI/Polri Turunkan Bom Melalui Drone di Halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Empat Warga Dilaporkan Terluka

Minggu, 17 Mei 2026 | 04:52 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-17T12:27:15Z










Intan Jaya, Kapiwuunews.org – Yosua Maiseni melaporkan bahwa konial TNI/Polri menurunkan bom menggunakan drone udara di halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu, 17 Mei 2026.


Laporan dari tim pastoral Paroki Bilogai menyebutkan bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan empat warga mengalami luka akibat serpihan ledakan. Korban yang dilaporkan antara lain: Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau dan Piter Nabelau. 


Menurut informasi yang diterima redaksi pada pukul 06.07 Waktu Papua, proses evakuasi dilakukan oleh tim pastoral Paroki Bilogai di bawah pimpinan Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak, . Para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Bilogai, Distrik Sugapa, guna mendapatkan penanganan medis.


Tim pastoral menyampaikan bahwa dua korban telah berhasil dievakuasi, sementara dua korban lainnya direncanakan akan dievakuasi pada hari berikutnya karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau.


Sementara itu, Panglima Tertinggi West Papua Army, , menyatakan bahwa pengeboman terhadap area gereja merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.


Yogi juga menyerukan agar setiap pihak yang terlibat dalam konflik menghormati nilai kemanusiaan dalam situasi apa pun. Selain itu, Demianus Magai Yogi meminta agar situasi yang terjadi di Sugapa segera dilaporkan secara luas kepada komunitas internasional, termasuk Gereja Katolik dan pihak Vatikan, demi perhatian terhadap kondisi kemanusiaan di Papua.


Menurutnya, pihak politik perlu segera melakukan investigasi kemanusiaan dan melaporkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi kepada dunia internasional agar mendapat perhatian serius serta mencegah konflik kemanusiaan terus berlanjut, khususnya pada hari Minggu yang merupakan waktu ibadah umat.


Yogi juga meminta agar lembaga-lembaga kemanusiaan, gereja, dan pihak independen segera turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan dan penanganan terhadap para korban.


Redaksi : Vull Membres


×
Berita Terbaru Update