Paniai, Kapiwuunews.org – Gereja Kemah Injil Kingmi di Tanah Papua (KINGMI) Gereja Maranatha Dogomouto, Klasis Bedu Koordinator Paniai, menggelar ibadah pentahbisan sekaligus syukuran peresmian gedung gereja di Kampung Dogomouto, Distrik Siriwo, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.
Ibadah tersebut dihadiri Ketua Klasis Bedu, Pdt. Yahya Obaipa, para hamba Tuhan, tokoh adat Siriwo, jemaat, ratusan masyarakat, serta tamu undangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemotongan pita oleh Kepala Kampung Dogomouto, Yakobus Tagi. Selanjutnya dilakukan penyerahan kunci gedung gereja dari pihak tukang kepada panitia pembangunan, sebelum diserahkan kepada Pdt. Yahya Obaipa selaku Ketua Klasis Bedu.
Ibadah pentahbisan dipimpin Pdt. Yahya Obaipa yang sekaligus menyampaikan firman Tuhan dengan tema “Yesus Allah Batu Penjuru untuk Umat-Nya di Bumi” dan subtema “Manusia Perlu Berdiri di Atas Batu Penjuru.” Firman tersebut diambil dari Efesus 2:20-22 dan 1 Petrus 2:1-10.
Dalam khotbahnya, Pdt. Yahya menegaskan bahwa gedung gereja bukan hanya menjadi tempat umat beribadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, pelayanan, dan persekutuan jemaat di dalam Tuhan.
Kepala Kampung Dogomouto, Yakobus Tagi, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung Gereja Maranatha.
“Pertama-tama saya bersyukur kepada Tuhan. Yang kedua, saya secara pribadi sebagai kepala kampung turut senang dan bangga dengan hari yang paling terdalam kepada masyarakat saya,” ujarnya.
Menurut Yakobus, proses pembangunan gereja tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Namun, semangat warga tetap terjaga hingga pembangunan gedung gereja yang baru dapat diselesaikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan dan para simpatisan yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan gereja tersebut.
“Kiranya Tuhan yang punya gereja akan memberkati,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Marten Obaipa, mengatakan proses pembangunan Gereja Maranatha Dogomouto menghadapi berbagai kendala. Salah satunya kondisi kampung yang jauh dari pusat kota dan keterbatasan akses jalan untuk mengangkut bahan bangunan.
“Sebagai panitia pembangunan gedung gereja Maranatha Dogomouto banyak pikiran karena keberadaan kampung cukup jauh dari pusat kota dan tidak ada jalan untuk angkut barang dan bahan,” ujar Marten.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, kata dia, dukungan masyarakat dan penyertaan Tuhan membuat pembangunan gereja akhirnya dapat diselesaikan sesuai harapan.
“Puji Tuhan karena dengan penyertaan Tuhan akhirnya gereja baru sudah kami resmikan sesuai harapan kami,” katanya.
Marten juga menyampaikan terima kasih kepada para hamba Tuhan, jemaat, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil selama proses pembangunan.
Ia berharap gedung Gereja Maranatha Dogomouto dapat menjadi tempat pertumbuhan iman, pelayanan, dan persekutuan bagi jemaat serta masyarakat di Dogomouto dan wilayah Siriwo.
Pentahbisan tersebut menjadi momentum penting bagi jemaat Gereja Maranatha Dogomouto untuk terus memperkuat kehidupan iman dan pelayanan, dengan menjadikan Kristus sebagai dasar utama dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.


