Paniai, Kapiwuunew.org — Warga Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, melaporkan adanya aktivitas patroli TNI di kawasan Danau Paniai sejak Rabu pagi. Patroli tersebut disebut menggunakan empat unit speedboat dan disertai penanaman bendera Merah Putih di tepi danau.
Setelah itu, rombongan dilaporkan bergerak ke arah Paniai Barat, tepatnya kawasan Totiyo, yang oleh sejumlah pihak disebut berada di sekitar wilayah yang diklaim sebagai basis atau markas West Papua Army (WPA).diterima media pada 12 Agustus 2026.
Kedatangan aparat militer tersebut kemudian dilaporkan memicu kontak senjata di muara Kali Totiyo, tepi Danau Paniai.
Panglima Tertinggi West Papua Army , Damianus Magai Yogi, di naungi TPN OPM, TNPB dan TRWP mengonfirmasi adanya baku tembak yang menurut keterangannya berlangsung lebih dari satu jam.
“Mereka (TNI) keluarkan tembakan senjata sebanyak 7.010 butir peluru,” ujar Yogi melalui sambungan telepon.
Yogi mengatakan pihaknya telah bersiaga dan melakukan penghadangan terhadap pasukan TNI. Ia mengklaim tidak ada anggota WPA yang mengalami luka maupun meninggal dunia dalam insiden tersebut.
“Memang mereka datang tiba-tiba, tapi kami sudah hadang mereka. Anggota dari kami tidak ada yang korban, entah luka-luka maupun korban berat. Kami sudah usir mereka kembali ke Enarotali,” katanya.
Klaim mengenai jumlah peluru yang ditembakkan serta kondisi korban dalam insiden tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Yogi menduga kedatangan pasukan TNI non-organik tersebut berkaitan dengan dua kemungkinan.
Pertama, menurut dia, berkaitan dengan peristiwa perampasan senjata yang disebut dilakukan oleh TPNPB-OPM Kodap XIII Kegepanipoda Paniai di bawah pimpinan Matias Gobai.
Kedua, ia menduga aktivitas tersebut berkaitan dengan situasi menjelang peringatan 17 Agustus.
Sebelumnya, Yogi disebut telah mengeluarkan pernyataan yang mengajak masyarakat Papua tidak mengikuti perayaan maupun upacara bendera dalam rangka HUT Republik Indonesia.
Namun, Yogi menegaskan bahwa kelompok yang dipimpinnya tidak terlibat dalam perampasan senjata tersebut.
“Yang perampasan senjata itu bukan kami yang rampas, tapi semua orang sudah tahu siapa yang rampas. Jadi jangan salah sasaran,” ucapnya.
Yogi juga mengatakan bahwa selama ini pihaknya tidak mengganggu aktivitas pasukan TNI yang melintas di sejumlah wilayah Paniai.
Ia mencontohkan pergerakan pasukan TNI menuju Obano maupun Aradide yang, menurut keterangannya, tidak dihadang.
Namun, ia menilai masuknya pasukan ke wilayah yang dianggap sebagai markas WPA merupakan tindakan yang dapat memicu ketegangan.
“Kami kan selalu biarkan mereka, tapi TNI mau coba-coba kami, kami tidak akan mundur. Asalkan mereka jangan seperti anak kecil, kalau mau perang harus dewasa. Memang kami ini musuh, itu intinya,” kata Yogi.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak TNI mengenai aktivitas patroli, dugaan kontak senjata di muara Kali Totiyo, maupun klaim yang disampaikan Damianus Magai Yogi.
Kondisi warga di sekitar Danau Paniai dilaporkan masih dalam keadaan waspada menyusul informasi mengenai ketegangan di kawasan tersebut.
