Paniai, kapiwuunew.org – Panglima Tertinggi RR Demianus Magai Yogi menegaskan bahwa surat yang beredar luas dan diberitakan oleh Tribun Papua Tengah dengan judul “Bikin Malu! TPNPB-OPM Teror Perusahaan di Papua Tengah Lewat Surat, Minta Uang Pengamanan Rp700 Juta” bukan merupakan surat resmi dari West Papua Army.
Panglima Tertinggi menyampaikan bahwa logo yang dicantumkan dalam surat tersebut bukan logo resmi West Papua Army. Logo resmi telah mengalami revisi kedua dan saat ini digunakan dalam struktur kepemimpinan organisasi. Sementara itu, logo pada surat yang beredar merupakan logo lama dan tidak sesuai dengan identitas resmi yang berlaku.
Lebih lanjut, Panglima Tertinggi Demianus Magai Yogi menyatakan bahwa surat tersebut diduga dibuat dan direkayasa oleh oknum atau kelompok tertentu yang memiliki kepentingan pribadi. Surat itu tidak pernah dikeluarkan melalui struktur komando resmi West Papua Army.
Menurut Panglima, situasi yang terjadi di Kampung Mosairo, Nabire, bukan bagian dari komando maupun operasi West Papua Army. Ia menegaskan bahwa terdapat kelompok kepentingan tertentu yang sengaja menciptakan situasi untuk menggiring opini publik serta menjadikan alasan penyebaran surat tersebut, termasuk isu permintaan dana Rp700 juta kepada perusahaan.
Dalam imbauannya kepada publik dan pimpinan perusahaan di Papua Tengah, Panglima Tertinggi meminta agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap surat yang beredar tersebut. Ia menegaskan bahwa surat itu tidak melalui jalur resmi organisasi dan tidak memiliki legitimasi dari kepemimpinan West Papua Army saat ini.
Panglima juga menyampaikan bahwa pola penyebaran isu serupa pernah terjadi sebelum tahun 2020 dan kembali muncul pada tahun 2024. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun opini negatif serta mengalihkan isu dengan memanfaatkan situasi keamanan di Nabire.
Demikian klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat agar publik memperoleh informasi yang jelas dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar.(**)
