Intan Jaya, Kapiwuunews.org - Komandan Operasi Umum West Papua Army KODAP VIII Intan Jaya, Yosua Maiseni, melaporkan kondisi ribuan warga pengungsi di Kampung Wabukone, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Senin pagi, 18 Mei 2026.
Menurut laporan yang disampaikan Yosua Maiseni, tim dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama tim kemanusiaan menemukan banyak warga yang masih berada di Kampung Wabukone dalam kondisi memprihatinkan.
Yosua menyebut situasi kemanusiaan di wilayah tersebut membutuhkan perhatian serius dan pemantauan lanjutan dari berbagai pihak.
Dalam laporan tersebut, tim evakuasi lapangan disebut menemukan seorang warga bernama Liter Nebelau, Kepala Desa Wandoga, Kabupaten Intan Jaya, yang diduga mengalami luka akibat terkena roket udara atau serangan drone di Kampung Kemlagupa, Intan Jaya, Papua Tengah. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan tim pemerintah daerah yang berada di lapangan, satu korban telah berada dalam perawatan di rumah sakit, sementara proses evakuasi terhadap warga lainnya masih terus dilakukan hingga saat ini.
Yosua Maiseni meminta United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) segera mengambil langkah politik dan diplomatik untuk melaporkan situasi tersebut kepada negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) serta negara-negara Pasifik lainnya.
Ia juga mendesak pihak-pihak kemanusiaan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Vatikan, agar memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat sipil di Intan Jaya.
Dalam keterangannya, Yosua Maiseni menyatakan bahwa warga sipil, termasuk umat gereja dan masyarakat kampung, berada dalam situasi yang menurutnya sangat mengkhawatirkan Drone Roket yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Redaksi: Vull Members
