Nabire, Kapiwuunews.org – Suasana penuh syukur dan haru mewarnai Ibadah Pengucapan Syukur atas wisudanya Darius Goo, S.Gz., lulusan Program Studi Sarjana Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Persada Nabire, yang berlangsung di Yayasan Pendidikan Persada Nabire KPR, Kamis (21/5/2026).
Dalam ibadah syukuran tersebut, Darius mengangkat motto hidup “MANNA” dengan tema “Tuhan Yang Memberkati Segalanya” yang diambil dari Kitab Keluaran 16:9-31.
Firman Tuhan disampaikan oleh Lazarus Tebai dengan tema “Allah Memberi Pengetahuan dan Kepandaian” berdasarkan Daniel 1:17. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa hikmat dan keberhasilan manusia berasal dari Tuhan.
Pada kesempatan itu, Darius Goo menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pendidikannya sejak bangku sekolah dasar hingga menyelesaikan studi sarjana gizi.
Ia mengenang perjuangan ayahnya yang bekerja sebagai petani kopi untuk membiayai pendidikan keluarga. Darius mengaku saat masih kecil dirinya sering menebang tanaman kopi milik sang ayah tanpa memahami bahwa hasil panen kopi tersebut dipakai untuk membiayai sekolahnya.
“Dulu waktu kecil saya babat kopi yang bapa tanam. Sekarang saya sadar, ternyata hasil kopi itu dipakai untuk membiayai pendidikan kami. Saya sangat terharu dengan perjuangan bapa,” ungkap Darius dengan penuh haru.
Selain itu, ia juga menceritakan perjuangan ibunya yang bekerja sebagai petani sederhana dengan menjual kacang tanah dan sayur-sayuran demi mendukung biaya kuliahnya hingga selesai. Darius turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar, donatur, serta semua pihak yang telah membantu selama proses studinya.
Dalam pesannya kepada generasi muda di Dogiyai, Darius mengajak anak-anak muda untuk tetap semangat dalam pelayanan, persatuan, dan pendidikan. Ia mengatakan bahwa meski ibadah syukuran digabung bersama ibadah keluarga, para pemuda tetap mengambil bagian dalam memimpin jalannya kegiatan.
Sementara itu, ayah Darius, Yesaya Goo, menyampaikan bahwa keberhasilan anaknya bukan semata-mata karena kemampuan manusia, melainkan karena campur tangan dan takdir Tuhan.
“Dari SD sampai perguruan tinggi, itu bukan hanya kemampuan Darius, tetapi karena Tuhan yang menuntun lankah-langkanya,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah membantu membiayai pendidikan Darius hingga berhasil menyelesaikan studinya.
Menutup sambutannya, keluarga wisudawan menyampaikan pesan motivasi bahwa kesuksesan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk terus bekerja keras dan menggapai cita-cita yang lebih besar di masa depan.


