Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gunung Yegou: Keindahan yang Menyimpan Kesedihan

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T10:07:40Z









Nabire, Kapiwuunew.org - Ketika tatapan pertama di gunug yegau sangat menyedihkan yang berdiri mega di Kampung Tibai distrik siriwo kabupaten nabire Papua Tengah Pada Jumat 31 Juli 2026


Opini: Marten Dogomo


Di balik cahaya matahari yang perlahan terbenam, Gunung Yegou berdiri dengan tenang. Kabut menyelimuti lerengnya, sementara hutan hijau membentang luas seperti penjaga kehidupan yang tidak pernah lelah. Dari kejauhan, alam ini terlihat begitu indah, seolah tidak pernah mengenal luka.


Namun, bagi saya, Gunung Yegou bukan hanya tentang pemandangan. Gunung ini adalah bagian dari kehidupan masyarakat, tempat leluhur pernah berjalan, tempat mata air mengalir, dan tempat generasi muda belajar mengenal tanahnya sendiri.


Pohon-pohon yang berdiri di hadapan gunung seperti saksi bisu perjalanan waktu. Ada yang masih tumbuh, ada pula yang telah kering dan kehilangan daunnya. Pemandangan itu mengingatkan bahwa alam juga dapat terluka ketika manusia hanya melihat tanah sebagai sumber keuntungan, bukan sebagai warisan yang harus dijaga.


Ketika kabut turun menutupi Gunung Yegou, ada kesedihan yang sulit dijelaskan. Seolah gunung ini sedang menyimpan banyak cerita yang belum didengar. Cerita tentang hutan yang semakin berkurang, tentang sungai yang harus tetap dijaga, dan tentang masyarakat yang berharap tanah adatnya tidak hilang oleh kepentingan dari luar.


Gunung Yegou tidak meminta kemewahan. Alam hanya membutuhkan manusia yang mau menghormati, menjaga, dan merawatnya. Keindahan Papua bukan untuk dirusak, melainkan untuk diwariskan kepada anak cucu.


“Gunung Yegou tetap berdiri dalam diam, tetapi alam tidak selalu mampu berbicara ketika ia terluka. Karena itu, manusialah yang harus belajar mendengar dan menjaganya.”


Semoga cahaya matahari yang menyinari Gunung Yegou menjadi harapan bahwa masyarakat dan generasi muda tetap berdiri menjaga tanah, hutan, dan kehidupan. Sebab ketika alam hilang, bukan hanya pohon dan gunung yang pergi, tetapi juga cerita, identitas, dan masa depan.

×
Berita Terbaru Update