Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Kampung Mabou Berjuang Wujudkan Akses Jalan, Harapkan Perhatian Pemerintah

Senin, 27 April 2026 | 02:15 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-27T09:16:30Z

 

Nabire, 26 April 2026 – Semangat gotong royong dan keinginan kuat untuk keluar dari keterisolasian menjadi pendorong utama warga Kampung Mabou, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dengan bermodalkan dana swadaya dan tenaga bersama, mereka bergerak secara nyata membuka akses jalan penghubung menuju pemukiman mereka, sekaligus menyampaikan harapan agar pembangunan ini mendapat dukungan dari pemerintah.

 

Kegiatan ini difokuskan pada ruas jalan Trans Nabire di kilometer 161 bagian barat, dengan target panjang keseluruhan mencapai 25 kilometer yang akan menghubungkan kampung mereka langsung ke pusat kota. Hingga saat ini, atas kemampuan sendiri, masyarakat sudah berhasil menyelesaikan pengerjaan sepanjang lebih dari 2 kilometer.

 

Kepala Kampung Mabou, Yesaya Donei, menyampaikan bahwa langkah ini diambil karena akses transportasi yang layak menjadi kebutuhan paling mendesak. Ia juga menegaskan bahwa upaya yang dilakukan warga adalah bukti keseriusan mereka membangun daerah sendiri, namun dukungan dari pemerintah tetap sangat dibutuhkan untuk menyempurnakannya.

 

"Kami bergerak dan bekerja dengan kemampuan yang kami miliki, ini adalah bukti keseriusan kami membangun kampung sendiri. Namun kami memohon perhatian baik dari Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Perlu diingat bahwa Kampung Mabou dan juga Kampung Tibai yang masih berada dalam satu wilayah ini adalah bagian tak terpisahkan dari daerah ini, hak kami sama dengan warga lainnya untuk mendapatkan fasilitas dan pembangunan yang layak," tegas Yesaya.

 

Selama ini, kondisi akses yang terbatas membuat kedua kampung ini terisolasi dari perkembangan. Warga mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengangkutan hasil pertanian dan hasil hutan menuju pasar, akses pelayanan kesehatan, hingga kelancaran kegiatan pendidikan bagi anak-anak.


Kami tegaskan dengan tegas. Tidak ada pihak mana pun yang berhak menggunakan nama kampung ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Semua kegiatan kami buka secara transparan, bersama-sama kita rencanakan dan kita kerjakan," tambahnya.

 

Menurutnya, pembukaan jalan ini akan membawa dampak perubahan yang sangat besar. Tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga akan membuka berbagai peluang ekonomi baru, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

 

"Kami yakin dengan adanya jalan yang baik, perekonomian kami akan bangkit. Hasil bumi yang selama ini sulit dibawa keluar nantinya dapat dijual dengan harga yang layak, dan anak-anak kami pun bisa menempuh pendidikan dengan lebih mudah. Kami sudah memulai, kini tinggal melengkapi bersama-sama antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah," tambahnya.

 

Pembangunan akses jalan ini menjadi prioritas utama, mengingat letak geografis daerah yang berada di kawasan pegunungan dengan medan yang cukup sulit. Masyarakat berharap apa yang telah mereka usahakan dengan keringat sendiri menjadi perhatian dan mendapat dukungan berupa bantuan peralatan, pendanaan maupun penyelesaian pembangunan dari pemerintah.





×
Berita Terbaru Update