Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pernyataan Sikap IPMADO Jayapura Soroti Rentetan Kekerasan di Dogiyai

Kamis, 02 April 2026 | 00:30 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T07:31:06Z






Jayapura, Kapiwuunews.org - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai menyampaikan pernyataan sikap terkait rentetan insiden kekerasan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai. Pernyataan tersebut disampaikan di asrama Dogiyai, Jayapura, pada 2 April 2026.


Dalam keterangannya, IPMADO menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan atas situasi yang terjadi di Dogiyai. Mereka menilai rangkaian peristiwa kekerasan telah menimbulkan keresahan serta korban jiwa di tengah masyarakat sipil.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula pada Selasa, 31 Maret 2026, dari dugaan pembacokan terhadap seorang anggota Sat Bimas Polres Dogiyai berinisial J.E di sekitar Gereja Ebeneser Moanemani. Korban sempat dievakuasi ke RSUD Dogiyai, namun dinyatakan meninggal dunia.


Pasca kejadian tersebut, situasi keamanan di wilayah Dogiyai dilaporkan memanas. Aparat gabungan TNI dan Polri melakukan penyisiran di sejumlah titik di kawasan Moanemani dan sekitarnya. Namun, menurut IPMADO, tindakan tersebut berdampak pada warga sipil dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, bahkan dilaporkan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.


IPMADO menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memperpanjang rantai kekerasan di Dogiyai.


Dalam pernyataan sikapnya, IPMADO menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:


  1. Mendesak Kapolri dan Polda Papua Tengah untuk mencopot Kapolres Dogiyai.
  2. Meminta Komnas HAM RI dan Komnas HAM Papua membentuk tim investigasi terkait dugaan penembakan yang menimbulkan korban jiwa.
  3. Mendesak pengungkapan pelaku dan proses hukum yang adil sesuai peraturan yang berlaku.
  4. Menuntut penghentian penangkapan warga tanpa bukti yang jelas.
  5. Meminta evaluasi terhadap aparat di lapangan yang diduga melakukan tindakan berlebihan terhadap warga sipil.
  6. Mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian serius kepada keluarga korban, termasuk bantuan medis dan pendampingan psikologis.
  7. Mengecam keras tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang dinilai sebagai pelanggaran HAM.
  8. Mengajak masyarakat dan mahasiswa Papua bersatu melawan ketidakadilan dan pelanggaran HAM.
  9. Meminta aparat tidak mengklaim situasi Dogiyai dalam kondisi aman.
  10. Mendesak penghentian penambahan atau pendropan militer ke wilayah Dogiyai.
  11. Kami menyatakan bahwa tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami akan


Selain itu, IPMADO juga menyatakan akan mengambil langkah lanjutan apabila tuntutan mereka tidak diindahkan, termasuk melakukan aksi dalam skala besar dan mengangkat isu tersebut ke tingkat nasional.


IPMADO berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta penegakan hukum yang adil guna menghindari eskalasi konflik lebih lanjut di Dogiyai.

×
Berita Terbaru Update