Jayapura, Kapiwuunews.org 6 Maret 2026 – Pemimpin politik United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyerukan seluruh rakyat Papua untuk mendoakan pemulihan bangsa melalui Doa Kerahiman Ilahi setiap hari pukul 15.00 WIT.
Seruan itu tertuang dalam surat resmi ULMWP yang diterima media, Kamis (6/3). Doa tersebut diajak dipanjatkan oleh rakyat Papua di Tanah Papua maupun di luar negeri, termasuk pejuang, gereja, tokoh adat, LSM, serta para pemimpin dunia.
ULMWP menilai situasi global saat ini tidak menentu akibat konflik internasional seperti ketegangan antara Israel dan Iran yang melibatkan United States, serta perang antara Russia dan Ukraine yang berdampak pada krisis kemanusiaan dan ekonomi dunia.
Dalam refleksi 62 tahun perjuangan Papua, ULMWP menyebut perjuangan sering diwarnai perpecahan dan mengajak rakyat menempatkan Tuhan sebagai panglima perjuangan melalui doa.
ULMWP juga menyoroti situasi keamanan di Papua yang menurut mereka masih memprihatinkan dengan peningkatan kehadiran aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Konflik dan pengungsian dilaporkan masih terjadi di sejumlah wilayah seperti Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Maybrat, Lanny Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Timika.
Selain itu, ULMWP menyoroti kerusakan hutan akibat pertambangan, perkebunan sawit, dan proyek pembangunan yang dinilai mengancam kawasan hutan Papua, yang disebut sebagai salah satu paru-paru dunia setelah Amazon Rainforest dan Congo Basin.
ULMWP menegaskan Doa Kerahiman Ilahi menjadi jalan spiritual untuk memulihkan luka masyarakat Papua, membangun perdamaian, serta memperjuangkan keadilan dan masa depan bangsa Papua. (**)
