Nabire, Kapiwuunews.org – Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan penyalaan seribu lilin sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa atas wafatnya Ketua Dewan Adat Bangsa Papua, Mananwir Yan Pieter Yarangga. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat KAPP Provinsi Papua Tengah, Nabire, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri pengurus KAPP Provinsi Papua Tengah serta perwakilan dari delapan kabupaten di Papua Tengah itu berlangsung dalam suasana penuh duka dan keharuan. Penyalaan seribu lilin menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan kehilangan atas kepergian sosok yang dinilai telah memberikan pengabdian bagi masyarakat dan tanah Papua.
Dalam kegiatan tersebut, Hamba Tuhan Nikolaus Degei, S.Th., M.H., dosen STT Walter Post II Nabire, menyampaikan pesan penguatan iman kepada seluruh peserta, khususnya keluarga besar almarhum.
Dalam renungan rohaninya, Nikolaus mengajak seluruh peserta untuk menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai Sang Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya.
Ia menegaskan bahwa kepergian Mananwir Yan Pieter Yarangga merupakan bagian dari rencana dan kehendak Tuhan. Mengutip Yeremia 1:5, ia mengingatkan bahwa setiap manusia telah dikenal dan ditetapkan Tuhan bahkan sebelum berada dalam kandungan ibunya.
Menurut Nikolaus, almarhum merupakan salah satu sosok pemimpin bangsa Papua yang sepanjang hidupnya telah memberikan perhatian, pemikiran, dan pengabdian bagi masyarakat, tanah, serta alam Papua.
"Kepergian almarhum merupakan duka besar bagi seluruh bangsa Papua. Hari ini kita merasakan lilin cahaya yang selama ini menerangi tanah Papua menjadi gelap. Namun, kita harus percaya bahwa Tuhan tetap memberikan kekuatan kepada kita untuk melanjutkan perjuangan dan amanat yang telah ditinggalkan," ungkap Nikolaus.
Penyalaan Seribu Lilin Jadi Simbol Komitmen Melanjutkan Amanat.
Lebih lanjut, Nikolaus menjelaskan bahwa penyalaan seribu lilin bukan sekadar kegiatan simbolis untuk mengenang almarhum, melainkan juga menjadi bentuk pengakuan iman kepada Tuhan serta pernyataan komitmen untuk meneruskan visi dan amanat yang telah diwariskan.
Ia mengaitkan makna penyalaan lilin tersebut dengan Ayub 29:3, yang menggambarkan terang pelita Tuhan sebagai penerang perjalanan kehidupan manusia.
Menurutnya, meskipun sosok pemimpin bangsa Papua telah berpulang, semangat, visi, dan amanat yang diwariskan tidak boleh ikut padam.
"Kami mengakui di hadapan Tuhan, bangsa Papua, alam Papua, tanah Papua, masyarakat Papua, dan 273 suku yang ada di tanah ini bahwa kami siap melanjutkan amanat yang telah ditinggalkan oleh almarhum. Kami memiliki potensi dan kemampuan untuk meneruskan serta mengembangkan apa yang telah beliau rintis," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran KAPP dan Dewan Adat Papua Tengah untuk tetap menjaga persatuan, merawat warisan perjuangan, serta menjalankan tanggung jawab organisasi dengan hikmat, kekuatan, dan tuntunan Tuhan.
Dalam doa bersama, Nikolaus turut memohon agar Tuhan memberikan tongkat kepemimpinan, hikmat, kekuatan, dan penyertaan kepada seluruh pengurus KAPP dalam menjalankan amanat tersebut.
Doa juga dipanjatkan bagi keluarga besar almarhum, terutama istri dan anak-anak yang ditinggalkan, agar senantiasa memperoleh penghiburan, perlindungan, dan berkat dari Tuhan Yesus Kristus.
KAPP Papua Tengah Sampaikan Belasungkawa
Pada kesempatan yang sama, perwakilan pengurus KAPP Provinsi Papua Tengah menyampaikan ungkapan belasungkawa mendalam kepada keluarga besar almarhum Mananwir Yan Pieter Yarangga.
Perwakilan pengurus menyampaikan bahwa seluruh jajaran KAPP tingkat provinsi bersama perwakilan dari delapan kabupaten berkumpul dengan hati yang sedih dan penuh rasa kehilangan untuk memberikan penghormatan terakhir melalui kegiatan penyalaan seribu lilin.
"Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum, Bapak Mananwir Yan Pieter Yarangga, selaku Ketua Dewan Adat Bangsa Papua. Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa menghibur, melindungi, dan memberkati keluarga yang ditinggalkan," ungkap perwakilan pengurus.
Selain menyampaikan belasungkawa, KAPP Papua Tengah juga berharap agar sosok yang nantinya menggantikan posisi almarhum merupakan pilihan Tuhan, menjadi berkat bagi masyarakat, serta mampu menjadi teladan dalam melanjutkan kepemimpinan dan pengabdian kepada bangsa Papua.
Kegiatan penyalaan seribu lilin tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penyerahan seluruh proses kehidupan, pelayanan, dan keberlanjutan amanat almarhum ke dalam tangan Tuhan.
Melalui kegiatan ini, KAPP Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga semangat pengabdian, persatuan, dan tanggung jawab dalam melanjutkan amanat yang telah diwariskan Mananwir Yan Pieter Yarangga.
Kepergian almarhum menjadi duka bagi keluarga besar dan masyarakat Papua. Namun, nilai-nilai pengabdian serta semangat menjaga tanah dan masyarakat Papua diharapkan tetap hidup dan diteruskan oleh generasi penerus.
