Jayapura, Kapiwuunews.org — Pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penandatanganan pernyataan niat untuk rekonsiliasi dan penyatuan kembali ULMWP yang berlangsung di Port Vila, Vanuatu, pada 22 Agustus 2026.
Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni, melalui Sekretaris Eksekutif ULMWP Markus Haluk, menyampaikan apresiasi terhadap kesepakatan yang ditandatangani oleh Octovianus Mote dan Benny Wenda tersebut.
“Presiden Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Menase Tabuni, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas penandatanganan pernyataan niat tentang rekonsiliasi dan penyatuan kembali ULMWP antara Tuan Octovianus Mote dan Tuan Benny Wenda pada 22 Agustus 2026 di Port Vila, Vanuatu,” kata Markus Haluk kepada Suara Papua, Kamis (27/8/2026).
Menurut Markus, kesepakatan tersebut merupakan langkah strategis untuk kembali mengokohkan ULMWP sebagai wadah representasi persatuan nasional bangsa Papua.
Proses mediasi tersebut difasilitasi Menteri Pemerintah Vanuatu, Ralph Regenvanu, bersama Utusan Khusus Pemerintah Vanuatu untuk Dekolonisasi dan Delimitasi Batas Maritim, Joe Natuman.
Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat proses rekonsiliasi dan persatuan di antara pihak-pihak yang selama ini memiliki perbedaan dalam ULMWP.
“Dari Jayapura, West Papua, saya Menase Tabuni, Presiden Eksekutif ULMWP, menyampaikan apresiasi atas kesepakatan rekonsiliasi dan menyerukan persatuan menjelang November 2026. Kami menyambut baik dan mengapresiasi kerja keras semua pihak, terutama Pemerintah Vanuatu melalui Menteri Ralph Regenvanu, Hon. Joe Natuman, dan Tuan Job Dalesa, Ketua Vanuatu Free West Papua Association, yang telah memfasilitasi proses ini,” ujar Menase Tabuni.
Menase menegaskan bahwa rekonsiliasi dan persatuan dalam tubuh ULMWP merupakan fondasi penting bagi perjuangan politik ULMWP di tingkat nasional, regional, maupun internasional.
Karena itu, ia mengajak seluruh komponen, faksi, dan pendukung ULMWP di West Papua, Indonesia, kawasan regional, serta internasional untuk memberikan dukungan dan menyatukan langkah.
Ia juga menyerukan agar seluruh pihak terkait menghadiri rencana pertemuan rekonsiliasi dan persatuan yang akan diselenggarakan di Port Vila pada November 2026.
Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif ULMWP, Octovianus Mote, dari Port Vila, Vanuatu, mengajak seluruh pihak untuk mengutamakan persatuan dalam proses tersebut.
“Kita adalah satu bangsa, satu perjuangan. Saya mengajak para pihak untuk datang ke Port Vila pada November 2026, duduk bersama, dan menyelesaikan perbedaan demi mempercepat kemerdekaan bangsa Papua,” tegas Mote.
Mote berharap seluruh pihak dapat mengikuti proses rekonsiliasi dengan itikad baik, kerendahan hati, saling menghormati, dan komitmen bersama untuk menjaga persatuan.
Pertemuan pada 22 Agustus 2026 tersebut mempertemukan pimpinan ULMWP dengan perwakilan Pemerintah Vanuatu di Port Vila.
Dari pihak ULMWP, pertemuan dihadiri Octovianus Mote dan Benny Wenda, serta Job Dalesa selaku Ketua Vanuatu Free West Papua Association.
Pertemuan tersebut digelar untuk mengakui adanya perbedaan yang masih berlangsung di antara faksi-faksi ULMWP sekaligus menyadari pentingnya mempertahankan dan memperkuat perjuangan masyarakat West Papua melalui kerja sama dan sikap saling menghormati.
Para pihak yang hadir kemudian menyatakan komitmen terhadap proses rekonsiliasi dan penyatuan kembali secara damai yang direncanakan berlangsung pada November 2026 di Vanuatu.
