Timika, Kapiwuunews.org - Situasi kemanusiaan di Papua kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan terjadi operasi militer di wilayah Kali Kabur, Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang mengakibatkan lima warga sipil meninggal dunia dan seorang balita mengalami luka-luka. Informasi tersebut disampaikan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB melalui laporan resmi yang diterima dari dengan sasaran di sekitar lokasi pendulangan masyarakat sipil di sepanjang Kali Kabur Timika pada Jumat (8/5/2026).
Menurut laporan tersebut, aparat militer diduga melakukan penembakan ke arah kamp-kamp warga yang selama ini bermukim dan melakukan aktivitas pendulangan emas dari sisa limbah tambang di kawasan Tembagapura. Akibat insiden itu, lima warga dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang balita mengalami luka pada bagian bibir akibat terkena peluru.
Hingga Jumat siang, wilayah tersebut disebut masih berada dalam penguasaan aparat keamanan, sehingga proses evakuasi terhadap korban meninggal maupun korban luka belum dapat dilakukan secara maksimal. Pendataan jumlah korban juga masih terkendala karena akses menuju lokasi tertutup.
Insiden ini memicu kepanikan di tengah masyarakat. Ribuan warga dilaporkan mengungsi meninggalkan Kali Kabur menuju wilayah Kimbeli dan Kota Timika. Para pengungsi, termasuk bayi, anak-anak, ibu hamil, hingga lanjut usia, terpaksa berjalan kaki melalui jalur umum maupun hutan demi menyelamatkan diri dari situasi yang dianggap tidak aman.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengecam keras insiden tersebut dan menyebut tindakan penembakan terhadap warga sipil sebagai pelanggaran hak asasi manusia serta kejahatan kemanusiaan. Mereka juga meminta perhatian lembaga kemanusiaan internasional, termasuk Palang Merah Internasional, untuk segera merespons krisis pengungsian yang terjadi di Papua.
Berdasarkan data yang dirilis TPNPB, hingga akhir Maret 2026 jumlah warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata di Papua disebut telah mencapai lebih dari 107 ribu jiwa, dengan angka tersebut diperkirakan terus bertambah.
Siaran pers ini disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Jumat (8/5/2026). Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, maupun pemerintah terkait laporan operasi militer dan jatuhnya korban sipil di wilayah Kali Kabur, Tembagapura.
Oleh: Emil E. Wakei
